Semua orang mendambakan kebaikkan sang dewi cinta memayungi
hari-hari yang mereka lewati, karena mereka percaya bahwa kebahagiaan itu lahir
dari ujung telunjuknya yang lembut dan bercahaya, ia memilih siapa saja yang ia
kehendaki untuk merasakan cinta yang hakiki, cinta yang didamba-dambakan setiap
manusia, cinta yang menjadi impian dan khayalan, cinta yang menjadi bahan dasar
kehidupan, cinta yang membuat dunia terasa lengkap dan terasa damai
sentosa.
Setiap detik di atas singgasananya ia selalu mendengar doa-doa
manusia yang meminta dianugerahkan kekasih yang ideal, permintaanya pun beragam
dan kadang unik hingga membuatnya tertawa dan malaikat-malaikat pembantunya pun
kadang ikut tertawa terbahak-bahak. Walau sejak awal proses manusia diciptakan,
ia sudah menentukan jodoh masing-masing namun tetap saja selalu ada permohonan
agar dipertemukan yang seperti ini-itu. Ada doa yang meminta agar dipertemukan
dengan kekasih yang cantik atau ganteng kalau ini sangat standar kemudian ada
yang meminta agar kekasihnya kelak adalah seorang yang pengertian, bertanggung jawab
dan penyayang ini pun standar, ada juga yang memintanya dengan sangat spesifik
contohnya ada yang meminta agar kekasihnya lebih kaya, romantis, sexy, berkulit
putih, manja, kreatif, unik, berwibawa, mirip artis ini-itu, lebih muda atau
lebih tua, berambut panjang, jenong, berkumis, mempunyai bulu dada, hidung
mancung, berkacamata, bisa berenang, jago masak, seperti itulah contoh
permintaan manusia kepada sang dewi cinta. Dewi cintapun sadar, beginilah
resikonya jika mahluk yang dianugerahi akal akan meminta apapun yang terbesit
dibenak masing-masing. Walaupun terdengar rumit dan terkesan dewi cinta dipaksa
untuk memenuhi selera masing-masing permintaan, tapi dewi cinta tak pernah
merasa kerepotan dan tentunya tidak semua permintaan ia kabulkan karena biasanya
dewi cinta akan mempertemukan sepasang kekasih yang bertolak belakang dengan
kemiripan yang sangat sedikit contohnya ia akan mempertemukan seseorang yang
tidak bisa masak dengan orang yang bisa masak agar yang bisa masak mengajari
pasangannya yang tidak bisa masak. Kalau pun ada kemiripan paling hanya sebatas
sama-sama suka outdoor activity,
film horor, musik punk, suka
kucing, mempunyai pekerjaan yang sama dan banyak lagi.
Tak urung pujian-pujian pun selalu terucap dari mereka yang merasa
telah mendapatkan kekasih yang ‘paling tidak ada
sedikit kecocokanlah’ masih bisa dibilang aman dan bisa berjalan langgeng.
Namun ada juga yang merendahkan posisi dewi cinta karena mendapat kekasih yang
sama sekali tidak sesuai selera atau keinginan, untuk hal ini dewi cinta akan
membiarkannya dalam posisi ketidakpuasan tersebut karena ia tahu suatu saat
nanti mereka yang tidak puas akan berfikir mengapa tidak ada hal sempurna yang
mereka dapat.
Begitulah pekerjaan sang dewi cinta, karena ia adalah dewi bagian
cinta makanya hal yang selalu ia hadapi adalah permasalahan cinta beda dengan
pekerjaan sang dewa hujan yang selalu brifing dengan dewa matahari menentukan kapan
hujan akan turun begitupula dengan dewi malam yang pekerjaannya hanya pada shift malam. Sampai suatu ketika dewi cinta
mengalami masalah akibat kelalaiannya mengatur ‘siapa akan
berpasangan dengan siapa’ masalah inipun sampai dibawa ke meja agung di
mana para dewa dan dewi berkumpul untuk melakukan evaluasi pekerjaan mereka.
Dewi pangan menggugat dewi cinta untuk mundur dari posisinya sama halnya dengan
dewa angin mereka berdua merasa bahwa dewi cinta tidak becus menjalani
pekerjaannya, di sisi lain dewi malam membela dewi cinta ia beranggapan bahwa
semenjak kehidupan bermula dewi cinta baru kali ini melakukan kesalahan dan itu
wajar apalagi pekerjaannya lebih padat dan kompleks, setelah beberapa
rasionalisasi diungkapkan oleh para dewa dan dewi akhirnya sidang meja agung
memutuskan dewi cinta tetap pada posisinya namun ia harus menyelesaikan masalahnya
dengan cepat sebelum sidang agung diadakan minggu depan.
Masalah itupun bermula satu tahun yang lalu:
Berbeda dengan usaha bidang jasa yang jika ada panggilan dari customer akan merasa senang dan semangat,
mereka akan cepat datang ke lokasi dan secepat mungkin menyelesaikan
pekerjaannya namun tidak dengan Surya, baginya jika HP-nya berdering dari nomor
yang tidak dikenal maka itu adalah awal dari mimpi buruk yang akan ia hadapi.
Bagi gw Surya adalah manusia yang paling apes di jagat raya ini,
karena gw belum pernah menemukan orang yang frekwensi apesnya hampir setiap
hari seperti dia, dari waktu gw sekelas sama dia di SMP terus satu SMA dan
sampai sekarang dia tetep aja apes. Tapi enaknya kalau jalan atau apapun yang
gw kerjain bareng dia gw enggak kena apesnya sampai gw berpikir kalau gw enggak
mau kena apes jalan sama dia.
Gw inget dulu ketika masih SMP, setiap kali kelas gw bertanding
main bola ada aja yang menimpa Surya, kakinya keseleolah sampai mesti digotong
ke ruang UKS, anu-nya kena bolalah sampai enggak bisa jalan, ganti rugi kaca
kelas yang pecah gara-gara tendangannya, ribut sama kakak kelas karena main
curang dia yang paling bonyok, tapi selama dia ikut bertanding pasti kelas gw
menang cuma ada aja hal yang enggak enak yang dia alami. Kalau masa SMA dulu,
waktu itu lagi getol-getolnya main motor jalan ke sana-sini. Udah enggak aneh,
kalau jalan atau touring bareng temen-temen kelas pasti dia
yang ketilang padahal gw dan temen gw yang lain juga belum punya SIM, ketahuan
nge-rokok di belakang sekolah sama Kepsek cuma orang tuanya aja yang dipanggil.
Dia juga pernah diusir satpam Mall Pondok Indah karena masuk cuma pake sendal
jepit. Dan sekarang........ ini yang menurut gw sedih banget, dia harus
meneruskan bisnis orang tuanya ‘SEDOT WC’. Untuk pekerjaannya dia sekarang,
membayanginnya saja udah males apalagi mengerjakannya. Tapi gw salut ketika gw
pernah ngobrol dengannya masalah pekerjaan, dia sempet bilang “I born to this”
dalam hati gw mah tertawa mendengarnya, cuma itulah Surya, seorang yang gw
kenal pantang menyerah dan enggak pernah mengeluh dan gw adalah satu-satunya
teman yang masih mau berteman dengannya karena yang lain sudah menjauh berikut
tetangga-tetangga sekitar, mereka percaya kalau apes itu menular dan menjauhkan
dari keberuntungan.
Ada hal yang enggak pernah gw tanya selama gw kenal dia, gw
sedikit berpikir kalau pun gw tanya dan dia jawab, pasti enggak akan jauh dari
kata ‘apes’. Ya, gw ingin tanya kenapa kok dia belum juga mau nikah padahal
usianya udah kepala tiga sedangkan gw udah mau punya anak dua. Sampai suatu
ketika kala rintik hujan mengguyur bumi dan suasana terasa sangat melow dan
adem, gw lihat dari balik jendela rumah, sesosok lelaki dengan badan tambun,
rambut kriting dan kulit mendekati cokelat tua lari terbirit-birit menghindari
hujan masuk ke warung kopi, siapa lagi kalau buka Surya. Di bawah naungan
payung merah, gw pun keluar berjalan menuju warung kopi tersebut, bermaksud
menghabiskan sore sambil minum kopi, ngerokok dan ngobrol dengannya.
“Hahahaha” tawanya menggelegar seisi warung kopi.
“Terus, kapan lo merit?”. Dia diam seperti sedang memilih jawaban
yang melayang di kepalanya.
“Keburu tua lo”. Dia masih diam, kemudian.
“A-P-E-S” lanjutnya tanpa suara terasa miris di hati.
“Jangan begitu, lo percayakan kalau dewi cinta udah tentuin siapa
jodoh lo”
Dia diam, diamnya diam frustasi.
“Lo doa dong! Minta ke dewi cinta biar lo cepet ketemu jodoh lo”.
“Begitu ya?” tanyanya polos.
“Ya iyalah Sur!”.
“Caranya?”
“Lo harus doa setiap kali lo inget keinginan lo untuk ketemu jodoh
lo.......................”. Sore itu gw berusaha meyakinkan Surya, membuatnya
lebih percaya diri dan berusaha menghilangkan pikiran negatifnya tentang APES.
Semenjak pertemuan gw dan dia di warung kopi
itu, enggak ada sedikit pun waktu yang ia lupa untuk berdoa, kadang dia lagi
sibuk kerja di dalam WC kemudian inget keinginannya, lalu dia berdoa, lagi
mengunyah makanan dia berdoa, lagi nonton bola dia berdoa, sebelum tidur dia berdoa,
baru bangun tidur ia langsung berdoa, pokoknya setiap kali dia inget, dia pasti
berdoa. Sampai enam bulan hal itu ia lakukan akhirnya doanya terdengar oleh
dewi cinta di khayangan sana.
“Dewi tolong pertemuan aku dengan jodohku”
Dewi cinta hanya menjawab. “Sabar nanti juga ada waktunya kamu
bertemu jodohmu” tanpa terdengar oleh surya. Keesokkan harinya surya datang ke
rumah gw dan langsung mengajak ngobrol di warung kopi.
“Gw udah doa terus selama enam bulan ini tapi belum ada tanda-tanda”
ungkapnya resah.
“Baru enam bulan sur, terus doa jangan putus asa dulu” jawab gw
meyakinkan surya. Padahal bagi gw enam bulan adalah waktu yang cukup lama.
Begitu seterusnya, ketika dewi cinta mendengar doanya lagi, ia
hanya menjawab dengan jawaban yang sama “Sabar nanti juga ada waktunya kamu
bertemu jodohmu” atau “Tenang jodohmu sudah tertulis di buku nasibmu jadi tidak
akan meleset”. Sampai dua belas bulan berlalu, Surya menceritakan keresahannya
kembali di warung kopi.
“Enggak ada tanda-tanda juga, gw udah doa sesuai saran lo tapi
tetep enggak ada” Surya terlihat putus asa, gw pun udah abis kata-kata untuk
menyemangatinya.
“Gw emang manusia apes, sampai dewi cinta pun enggak menjawab doa
gw”
Gw diem sambil ikut merasakan keresahan hatinya dan mungkin
membenarkan perkataannya. Walau malam sudah larut dan kehidupan sudah sepi, ia
masih ingin berbagi segala beban yang ia sembunyikan dari balik tubuhnya yang
tambun.
“Terus gw harus gimana lagi?” tanyanya. Gw cuma geleng-geleng
kepala tanda tak tahu.
“Masa ada orang yang seluruh hidupnya apes mulu, kalau sebelum
lahir gw tahu kalau gw akan apes mulu gw enggak akan milih lahir ke bumi”
tambahnya. Wajahnya terlihat murung, muram, dan pandangannya terlihat kosong.
Tiba-tiba ia lari keluar dan berteriak.
“Dewi cinta di mana jodohku” suaranya terdengar kemana-mana
sebagian orang yang melihatnya tertawa menganggap Surya menjadi gila, gw cuma
bisa menghela nafas dan meneruskan isapan rokok dan berkata dalam hati:
“Sabar ya Sur”.
Dewi cinta sedang santai di Singgasana-nya karena jam segini hanya
sedikit yang berdoa tiba-tiba tersentak.
“Ada apa ini?” tanyanya ke malaikat pembantu.
“Itu dewi, ada manusia yang menanyakan jodohnya” jawab malaikat
sambil menunjuk ke monitor. Dewi cinta me-rewind kejadian tadi. Kemudian.
“Surya-Surya, kamu kok enggak bisa sabar sih?” keluh dewi cinta
sambil memutar setiap kejadian di mana Surya berdoa meminta jodohnya. Setelah
selesai melihat semua rekamannya dewi cinta terlihat bingung. Tiba-tiba.
“Kok bisa? setahuku semua manusia yang sudah berumur tiga puluh
tujuh sudah bertemu dengan jodohnya, tapi kenapa Surya belum?” tanyanya dalam
hati. Dewi cinta melepas mahkotanya kemudian garuk-garuk kepala kebingungan.
Kemudian.
“Malaikat tolong pinjam buku nasib atas nama Surya Sunrise di
perpustakaan dewa nasib!” perintahnya. Malaikatpun meluncur menuju
perpustakaan. Tidak lama kemudian malaikat datang dan menyerahkan buku nasib
tersebut. Di bukalah buku nasib tersebut, tiba-tiba mata dewi cinta melotot, mulutnya
sedikit terbuka, wajahnya yang jelita berubah menjadi kusut semerawut.
“Tidak mungkin”
“Ada apa memangnya dewi” tanya malaikat.
“Tidak mungkin” tiba-tiba buku yang dipegang dewi cinta terjatuh,
malaikat pun langsung mengambilnya, kemudian dilihatnya lembaran kertas yang
seharusnya berisikan kisah cinta Surya kosong melompong belum terisi, dewi
cinta lupa menulisnya. Malaikat juga ikut kebingungan.
# # # #
Semenjak rapat evaluasi mingguan bersama para dewa-dewi, ruang kerja
dewi cinta dipenuhi para malaikat, mereka semua terlihat mondar-mandir mencari
data yang diinginkan dewi cinta.
“Tolong dicek, di lembaran kisah cinta ada tidak yang belum
tertulis seperti milik Surya Sunrise!” perintahnya. Tidak lama kemudian.
“Tidak ada dewi, semua sudah tertulis kecuali milik Surya saja
yang belum” jawab malaikat. Dewi cinta terlihat semakin bingung. Ia
mondar-mandir seperti setrika-an mencari ide. Kemudian.
“Coba dicek, ada tidak, wanita yang belum punya jodoh yang senasib
dengannya” tidak lama kemudian.
“Ada banyak Dewi” jawab malaikat. Dewi cinta terlihat sedikit
senang. Tiba-tiba
“Tapi..........”
“Tapi apa?” tanya dewi penasaran.
“Maaf dewi, mereka belum
lahir ke bumi”. Dewi cinta sedikit berpikir. Kemudian.
“Kan tidak mungkin dewi, kalau Surya harus menunggu sampai orang
yang menjadi jodohnya dewasa, sedangkan umur Surya Sunrise tidak sepanjang itu”
jelas malaikat.
“Terus bagaimana?” tanya dewi cinta. Semua yang ada di ruangan
tersebut diam, begitupun dewi cinta yang terlihat terus memutar otaknya mencari
jalan keluar. Tiba-tiba.
“Ini hal yang tidak pernah ku lakukan sebelumnya” kata dewi cinta
terdengar sedikit misterius.
“Apa itu” tanya malaikat
“Ya, stock wanita seusianya sudah bertemu
jodohnya masing-masing, tidak ada wanita yang sekasus dengannya, dan kalau pun
ada mereka belum pada lahir”
“Terus apa yang belum pernah dewi lakukan?” tanya malaikat
serempak. Tiba-tiba dewi cinta mengambil sebuah kunci dari laci meja kerjanya
dan memperlihatkannya ke para malaikat yang bekerja. Kemudian.
“Hanya ini jawabannya”. Dewi cinta mengambil kunci gerbang
kerajaan langit di mana kerajaan itu dihuni oleh para bidadari.
“Serius Dewi?” tanya malaikat.
“Ya, aku rasa hadiah ini sesuai dengan nilai kesabaran dan
kegigihannya selama ini” lanjut Dewi Cinta. Dari belakang terdengar salah satu
malaikat berkata:
“Kamu beruntung Surya Sunrise”
# # # # #
Seluruh penghuni desa di mana gw tinggal gempar
sedahsyat-dahsyatnya, enggak hanya itu kemungkinan besar beritanya akan
tersebar ke desa sebelah, kemudian kota sebelah, kemudian pulau sebelah dan
tidak menutup kemungkinan negeri sebelah. Betapa tidak, acara pernikahan Surya
dengan pasangannya membuat orang geleng-geleng kepala tidak percaya. Tidak ada
pasang mata yang mampu berkedip saat mereka melihat wanita yang berada di sisi
Surya dipelaminan, mereka semua terbius saat itu juga sampai-sampai hidangan tidak
satu pun tersentuh, tak satupun musik dangdut dimainkan, gw pun belum bisa
menceritakan ini semua sampai kembali ke rumah kemudian diam selama beberapa
jam dan baru tersadar dengan apa yang terjadi.
Semua orang yang sudah melihatnya menyebutnya dengan julukan ‘matahari yang teduh’.
Tidak ada cela yang terlihat dari ujung rambut sampai ujung kukunya, tak ada
suara yang selembut suaranya ketika berbicara, tak ada mata yang membinar
bercahaya seperti matanya, tak ada senyum yang bisa menghentikan waktu seperti
senyumnya. Hanya kata pujian dan kekaguman yang terdengar dari mulut mereka
yang melihatnya. Tak satupun orang yang berani berkata: “Wanita itu tidak
pantas menjadi isterinya Surya” mereka telah terbius oleh kecantikan yang belum
pernah mereka lihat di muka bumi manapun.
Selang dua hari setelah acara perkawinannya, kini banyak orang
berbondong-bondong datang ke rumah Surya mulai dari tua-muda dan pria-wanita,
mereka ingin menjawab rasa penasaran mereka dari berita yang telah tersebar
tentang isterinya. Akibatnya Surya harus menjamu setiap tamu yang datang, tamu
yang datang pun bervariasi ada seorang sutradara, pejabat, pelukis, turis
asing, tentara, pengusaha, dan lain-lain. Tak tanggung-tanggung dari
masing-masing mereka yang datang ingin berphoto bareng bersama isterinya Surya.
Tak lama berselang media masapun ikut meliput, mulailah ada tawaran menjadi
bintang sinetron, iklan, host dan lain-lain, dengan iming-iming
ketenaran, kesuksesan, uang yang berlimpah dan hidup mewah. Berita tentang ‘matahari yang teduh’ mulai
tersebar di dunia maya, kini photonya menjadi rating tertinggi yang di-upload dan itu artinya sebagian penduduk
dunia sudah mengetahui keberadaanya.
Parkiran mobil dan motor pengunjung mulai tidak beraturan karena
setiap hari frekwensinya bertambah dua kali lipat, akibatnya macet di
mana-mana. Anehnya, tak ada satupun yang komplain, karena pesona yang di miliki
isterinya Surya bisa di rasakan mulai dari radius 1 Km. Dan bisa diprediksikan
bahwa dalam jangka waktu satu bulan ke depan lalu lintas di daerah gw tinggal
akan lumpuh dan akibatnya ke berbagai aspek: anak sekolah akan selalu terlambat
masuk kelas, para pekerja akan bolos kerja karena jalanan macet, pasien yang di
bawa ambulance keburu meninggal karena tak ada
kendaraan yang mau mengalah. Lalu bagaimana dengan nasib Surya?.
Ciputat 03:00 wib
05 Pebruari 2013
Fikry

Hebat sekali gubahan pak fikri ini... Berbuai awak di buatnya.. :-)
BalasHapusHebat sekali gubahan pak fikri ini... Berbuai awak di buatnya.. :-)
BalasHapus