Jumat, 08 Februari 2013

Kesalahan Fatal Sang Dewi Cinta




Semua orang mendambakan kebaikkan sang dewi cinta memayungi hari-hari yang mereka lewati, karena mereka percaya bahwa kebahagiaan itu lahir dari ujung telunjuknya yang lembut dan bercahaya, ia memilih siapa saja yang ia kehendaki untuk merasakan cinta yang hakiki, cinta yang didamba-dambakan setiap manusia, cinta yang menjadi impian dan khayalan, cinta yang menjadi bahan dasar kehidupan, cinta yang membuat dunia terasa lengkap dan terasa damai sentosa. 

Setiap detik di atas singgasananya ia selalu mendengar doa-doa manusia yang meminta dianugerahkan kekasih yang ideal, permintaanya pun beragam dan kadang unik hingga membuatnya tertawa dan malaikat-malaikat pembantunya pun kadang ikut tertawa terbahak-bahak. Walau sejak awal proses manusia diciptakan, ia sudah menentukan jodoh masing-masing namun tetap saja selalu ada permohonan agar dipertemukan yang seperti ini-itu. Ada doa yang meminta agar dipertemukan dengan kekasih yang cantik atau ganteng kalau ini sangat standar kemudian ada yang meminta agar kekasihnya kelak adalah seorang yang pengertian, bertanggung jawab dan penyayang ini pun standar, ada juga yang memintanya dengan sangat spesifik contohnya ada yang meminta agar kekasihnya lebih kaya, romantis, sexy, berkulit putih, manja, kreatif, unik, berwibawa, mirip artis ini-itu, lebih muda atau lebih tua, berambut panjang, jenong, berkumis, mempunyai bulu dada, hidung mancung, berkacamata, bisa berenang, jago masak, seperti itulah contoh permintaan manusia kepada sang dewi cinta. Dewi cintapun sadar, beginilah resikonya jika mahluk yang dianugerahi akal akan meminta apapun yang terbesit dibenak masing-masing. Walaupun terdengar rumit dan terkesan dewi cinta dipaksa untuk memenuhi selera masing-masing permintaan, tapi dewi cinta tak pernah merasa kerepotan dan tentunya tidak semua permintaan ia kabulkan karena biasanya dewi cinta akan mempertemukan sepasang kekasih yang bertolak belakang dengan kemiripan yang sangat sedikit contohnya ia akan mempertemukan seseorang yang tidak bisa masak dengan orang yang bisa masak agar yang bisa masak mengajari pasangannya yang tidak bisa masak. Kalau pun ada kemiripan paling hanya sebatas sama-sama suka outdoor activity, film horor, musik punk, suka kucing, mempunyai pekerjaan yang sama dan banyak lagi.

Tak urung pujian-pujian pun selalu terucap dari mereka yang merasa telah mendapatkan kekasih yang ‘paling tidak ada sedikit kecocokanlah’ masih bisa dibilang aman dan bisa berjalan langgeng. Namun ada juga yang merendahkan posisi dewi cinta karena mendapat kekasih yang sama sekali tidak sesuai selera atau keinginan, untuk hal ini dewi cinta akan membiarkannya dalam posisi ketidakpuasan tersebut karena ia tahu suatu saat nanti mereka yang tidak puas akan berfikir mengapa tidak ada hal sempurna yang mereka dapat.

Begitulah pekerjaan sang dewi cinta, karena ia adalah dewi bagian cinta makanya hal yang selalu ia hadapi adalah permasalahan cinta beda dengan pekerjaan sang dewa hujan yang selalu brifing dengan dewa matahari menentukan kapan hujan akan turun begitupula dengan dewi malam yang pekerjaannya hanya pada shift malam. Sampai suatu ketika dewi cinta mengalami masalah akibat kelalaiannya mengatur ‘siapa akan berpasangan dengan siapa’ masalah inipun sampai dibawa ke meja agung di mana para dewa dan dewi berkumpul untuk melakukan evaluasi pekerjaan mereka. Dewi pangan menggugat dewi cinta untuk mundur dari posisinya sama halnya dengan dewa angin mereka berdua merasa bahwa dewi cinta tidak becus menjalani pekerjaannya, di sisi lain dewi malam membela dewi cinta ia beranggapan bahwa semenjak kehidupan bermula dewi cinta baru kali ini melakukan kesalahan dan itu wajar apalagi pekerjaannya lebih padat dan kompleks, setelah beberapa rasionalisasi diungkapkan oleh para dewa dan dewi akhirnya sidang meja agung memutuskan dewi cinta tetap pada posisinya namun ia harus menyelesaikan masalahnya dengan cepat sebelum sidang agung diadakan minggu depan.

Masalah itupun bermula satu tahun yang lalu:

Berbeda dengan usaha bidang jasa yang jika ada panggilan dari customer akan merasa senang dan semangat, mereka akan cepat datang ke lokasi dan secepat mungkin menyelesaikan pekerjaannya namun tidak dengan Surya, baginya jika HP-nya berdering dari nomor yang tidak dikenal maka itu adalah awal dari mimpi buruk yang akan ia hadapi.

Bagi gw Surya adalah manusia yang paling apes di jagat raya ini, karena gw belum pernah menemukan orang yang frekwensi apesnya hampir setiap hari seperti dia, dari waktu gw sekelas sama dia di SMP terus satu SMA dan sampai sekarang dia tetep aja apes. Tapi enaknya kalau jalan atau apapun yang gw kerjain bareng dia gw enggak kena apesnya sampai gw berpikir kalau gw enggak mau kena apes jalan sama dia.

Gw inget dulu ketika masih SMP, setiap kali kelas gw bertanding main bola ada aja yang menimpa Surya, kakinya keseleolah sampai mesti digotong ke ruang UKS, anu-nya kena bolalah sampai enggak bisa jalan, ganti rugi kaca kelas yang pecah gara-gara tendangannya, ribut sama kakak kelas karena main curang dia yang paling bonyok, tapi selama dia ikut bertanding pasti kelas gw menang cuma ada aja hal yang enggak enak yang dia alami. Kalau masa SMA dulu, waktu itu lagi getol-getolnya main motor jalan ke sana-sini. Udah enggak aneh, kalau jalan atau touring bareng temen-temen kelas pasti dia yang ketilang padahal gw dan temen gw yang lain juga belum punya SIM, ketahuan nge-rokok di belakang sekolah sama Kepsek cuma orang tuanya aja yang dipanggil. Dia juga pernah diusir satpam Mall Pondok Indah karena masuk cuma pake sendal jepit. Dan sekarang........ ini yang menurut gw sedih banget, dia harus meneruskan bisnis orang tuanya ‘SEDOT WC’. Untuk pekerjaannya dia sekarang, membayanginnya saja udah males apalagi mengerjakannya. Tapi gw salut ketika gw pernah ngobrol dengannya masalah pekerjaan, dia sempet bilang “I born to this” dalam hati gw mah tertawa mendengarnya, cuma itulah Surya, seorang yang gw kenal pantang menyerah dan enggak pernah mengeluh dan gw adalah satu-satunya teman yang masih mau berteman dengannya karena yang lain sudah menjauh berikut tetangga-tetangga sekitar, mereka percaya kalau apes itu menular dan menjauhkan dari keberuntungan.

Ada hal yang enggak pernah gw tanya selama gw kenal dia, gw sedikit berpikir kalau pun gw tanya dan dia jawab, pasti enggak akan jauh dari kata ‘apes’. Ya, gw ingin tanya kenapa kok dia belum juga mau nikah padahal usianya udah kepala tiga sedangkan gw udah mau punya anak dua. Sampai suatu ketika kala rintik hujan mengguyur bumi dan suasana terasa sangat melow dan adem, gw lihat dari balik jendela rumah, sesosok lelaki dengan badan tambun, rambut kriting dan kulit mendekati cokelat tua lari terbirit-birit menghindari hujan masuk ke warung kopi, siapa lagi kalau buka Surya. Di bawah naungan payung merah, gw pun keluar berjalan menuju warung kopi tersebut, bermaksud menghabiskan sore sambil minum kopi, ngerokok dan ngobrol dengannya.

“Hahahaha” tawanya menggelegar seisi warung kopi.

“Terus, kapan lo merit?”. Dia diam seperti sedang memilih jawaban yang melayang di kepalanya.

“Keburu tua lo”. Dia masih diam, kemudian.

“A-P-E-S” lanjutnya tanpa suara terasa miris di hati.

“Jangan begitu, lo percayakan kalau dewi cinta udah tentuin siapa jodoh lo”
Dia diam, diamnya diam frustasi.
        
“Lo doa dong! Minta ke dewi cinta biar lo cepet ketemu jodoh lo”.

“Begitu ya?” tanyanya polos.
            
“Ya iyalah Sur!”.

“Caranya?”

“Lo harus doa setiap kali lo inget keinginan lo untuk ketemu jodoh lo.......................”. Sore itu gw berusaha meyakinkan Surya, membuatnya lebih percaya diri dan berusaha menghilangkan pikiran negatifnya tentang APES.

Semenjak pertemuan gw dan dia di warung kopi itu, enggak ada sedikit pun waktu yang ia lupa untuk berdoa, kadang dia lagi sibuk kerja di dalam WC kemudian inget keinginannya, lalu dia berdoa, lagi mengunyah makanan dia berdoa, lagi nonton bola dia berdoa, sebelum tidur dia berdoa, baru bangun tidur ia langsung berdoa, pokoknya setiap kali dia inget, dia pasti berdoa. Sampai enam bulan hal itu ia lakukan akhirnya doanya terdengar oleh dewi cinta di khayangan sana.

“Dewi tolong pertemuan aku dengan jodohku”

Dewi cinta hanya menjawab. “Sabar nanti juga ada waktunya kamu bertemu jodohmu” tanpa terdengar oleh surya. Keesokkan harinya surya datang ke rumah gw dan langsung mengajak ngobrol di warung kopi.

“Gw udah doa terus selama enam bulan ini tapi belum ada tanda-tanda” ungkapnya resah.

“Baru enam bulan sur, terus doa jangan putus asa dulu” jawab gw meyakinkan surya. Padahal bagi gw enam bulan adalah waktu yang cukup lama.

Begitu seterusnya, ketika dewi cinta mendengar doanya lagi, ia hanya menjawab dengan jawaban yang sama “Sabar nanti juga ada waktunya kamu bertemu jodohmu” atau “Tenang jodohmu sudah tertulis di buku nasibmu jadi tidak akan meleset”. Sampai dua belas bulan berlalu, Surya menceritakan keresahannya kembali di warung kopi.

“Enggak ada tanda-tanda juga, gw udah doa sesuai saran lo tapi tetep enggak ada” Surya terlihat putus asa, gw pun udah abis kata-kata untuk menyemangatinya.

“Gw emang manusia apes, sampai dewi cinta pun enggak menjawab doa gw”

Gw diem sambil ikut merasakan keresahan hatinya dan mungkin membenarkan perkataannya. Walau malam sudah larut dan kehidupan sudah sepi, ia masih ingin berbagi segala beban yang ia sembunyikan dari balik tubuhnya yang tambun.

“Terus gw harus gimana lagi?” tanyanya. Gw cuma geleng-geleng kepala tanda tak tahu.
“Masa ada orang yang seluruh hidupnya apes mulu, kalau sebelum lahir gw tahu kalau gw akan apes mulu gw enggak akan milih lahir ke bumi” tambahnya. Wajahnya terlihat murung, muram, dan pandangannya terlihat kosong. Tiba-tiba ia lari keluar dan berteriak.

“Dewi cinta di mana jodohku” suaranya terdengar kemana-mana sebagian orang yang melihatnya tertawa menganggap Surya menjadi gila, gw cuma bisa menghela nafas dan meneruskan isapan rokok dan berkata dalam hati:

 “Sabar ya Sur”.

Dewi cinta sedang santai di Singgasana-nya karena jam segini hanya sedikit yang berdoa tiba-tiba tersentak.

“Ada apa ini?” tanyanya ke malaikat pembantu.

“Itu dewi, ada manusia yang menanyakan jodohnya” jawab malaikat sambil menunjuk ke monitor. Dewi cinta me-rewind kejadian tadi. Kemudian.

“Surya-Surya, kamu kok enggak bisa sabar sih?” keluh dewi cinta sambil memutar setiap kejadian di mana Surya berdoa meminta jodohnya. Setelah selesai melihat semua rekamannya dewi cinta terlihat bingung. Tiba-tiba.

“Kok bisa? setahuku semua manusia yang sudah berumur tiga puluh tujuh sudah bertemu dengan jodohnya, tapi kenapa Surya belum?” tanyanya dalam hati. Dewi cinta melepas mahkotanya kemudian garuk-garuk kepala kebingungan. Kemudian.

“Malaikat tolong pinjam buku nasib atas nama Surya Sunrise di perpustakaan dewa nasib!” perintahnya. Malaikatpun meluncur menuju perpustakaan. Tidak lama kemudian malaikat datang dan menyerahkan buku nasib tersebut. Di bukalah buku nasib tersebut, tiba-tiba mata dewi cinta melotot, mulutnya sedikit terbuka, wajahnya yang jelita berubah menjadi kusut semerawut.

“Tidak mungkin”

“Ada apa memangnya dewi” tanya malaikat.

“Tidak mungkin” tiba-tiba buku yang dipegang dewi cinta terjatuh, malaikat pun langsung mengambilnya, kemudian dilihatnya lembaran kertas yang seharusnya berisikan kisah cinta Surya kosong melompong belum terisi, dewi cinta lupa menulisnya. Malaikat juga ikut kebingungan.

                   # # # #

Semenjak rapat evaluasi mingguan bersama para dewa-dewi, ruang kerja dewi cinta dipenuhi para malaikat, mereka semua terlihat mondar-mandir mencari data yang diinginkan dewi cinta.

“Tolong dicek, di lembaran kisah cinta ada tidak yang belum tertulis seperti milik Surya Sunrise!” perintahnya. Tidak lama kemudian.

“Tidak ada dewi, semua sudah tertulis kecuali milik Surya saja yang belum” jawab malaikat. Dewi cinta terlihat semakin bingung. Ia mondar-mandir seperti setrika-an mencari ide. Kemudian.

“Coba dicek, ada tidak, wanita yang belum punya jodoh yang senasib dengannya” tidak lama kemudian.

“Ada banyak Dewi” jawab malaikat. Dewi cinta terlihat sedikit senang. Tiba-tiba

 “Tapi..........”

 “Tapi apa?” tanya dewi penasaran.

 “Maaf dewi, mereka belum lahir ke bumi”. Dewi cinta sedikit berpikir. Kemudian.

“Kan tidak mungkin dewi, kalau Surya harus menunggu sampai orang yang menjadi jodohnya dewasa, sedangkan umur Surya Sunrise tidak sepanjang itu” jelas malaikat.

“Terus bagaimana?” tanya dewi cinta. Semua yang ada di ruangan tersebut diam, begitupun dewi cinta yang terlihat terus memutar otaknya mencari jalan keluar. Tiba-tiba.

“Ini hal yang tidak pernah ku lakukan sebelumnya” kata dewi cinta terdengar sedikit misterius.

“Apa itu” tanya malaikat

“Ya, stock wanita seusianya sudah bertemu jodohnya masing-masing, tidak ada wanita yang sekasus dengannya, dan kalau pun ada mereka belum pada lahir”

“Terus apa yang belum pernah dewi lakukan?” tanya malaikat serempak. Tiba-tiba dewi cinta mengambil sebuah kunci dari laci meja kerjanya dan memperlihatkannya ke para malaikat yang bekerja. Kemudian.

“Hanya ini jawabannya”. Dewi cinta mengambil kunci gerbang kerajaan langit di mana kerajaan itu dihuni oleh para bidadari.

“Serius Dewi?” tanya malaikat.

“Ya, aku rasa hadiah ini sesuai dengan nilai kesabaran dan kegigihannya selama ini” lanjut Dewi Cinta. Dari belakang terdengar salah satu malaikat berkata:

“Kamu beruntung Surya Sunrise”
# # # # #

Seluruh penghuni desa di mana gw tinggal gempar sedahsyat-dahsyatnya, enggak hanya itu kemungkinan besar beritanya akan tersebar ke desa sebelah, kemudian kota sebelah, kemudian pulau sebelah dan tidak menutup kemungkinan negeri sebelah. Betapa tidak, acara pernikahan Surya dengan pasangannya membuat orang geleng-geleng kepala tidak percaya. Tidak ada pasang mata yang mampu berkedip saat mereka melihat wanita yang berada di sisi Surya dipelaminan, mereka semua terbius saat itu juga sampai-sampai hidangan tidak satu pun tersentuh, tak satupun musik dangdut dimainkan, gw pun belum bisa menceritakan ini semua sampai kembali ke rumah kemudian diam selama beberapa jam dan baru tersadar dengan apa yang terjadi.

Semua orang yang sudah melihatnya menyebutnya dengan julukan ‘matahari yang teduh’. Tidak ada cela yang terlihat dari ujung rambut sampai ujung kukunya, tak ada suara yang selembut suaranya ketika berbicara, tak ada mata yang membinar bercahaya seperti matanya, tak ada senyum yang bisa menghentikan waktu seperti senyumnya. Hanya kata pujian dan kekaguman yang terdengar dari mulut mereka yang melihatnya. Tak satupun orang yang berani berkata: “Wanita itu tidak pantas menjadi isterinya Surya” mereka telah terbius oleh kecantikan yang belum pernah mereka lihat di muka bumi manapun.

Selang dua hari setelah acara perkawinannya, kini banyak orang berbondong-bondong datang ke rumah Surya mulai dari tua-muda dan pria-wanita, mereka ingin menjawab rasa penasaran mereka dari berita yang telah tersebar tentang isterinya. Akibatnya Surya harus menjamu setiap tamu yang datang, tamu yang datang pun bervariasi ada seorang sutradara, pejabat, pelukis, turis asing, tentara, pengusaha, dan lain-lain. Tak tanggung-tanggung dari masing-masing mereka yang datang ingin berphoto bareng bersama isterinya Surya. Tak lama berselang media masapun ikut meliput, mulailah ada tawaran menjadi bintang sinetron, iklan, host dan lain-lain, dengan iming-iming ketenaran, kesuksesan, uang yang berlimpah dan hidup mewah. Berita tentang ‘matahari yang teduh mulai tersebar di dunia maya, kini photonya menjadi rating tertinggi yang di-upload dan itu artinya sebagian penduduk dunia sudah mengetahui keberadaanya.

Parkiran mobil dan motor pengunjung mulai tidak beraturan karena setiap hari frekwensinya bertambah dua kali lipat, akibatnya macet di mana-mana. Anehnya, tak ada satupun yang komplain, karena pesona yang di miliki isterinya Surya bisa di rasakan mulai dari radius 1 Km. Dan bisa diprediksikan bahwa dalam jangka waktu satu bulan ke depan lalu lintas di daerah gw tinggal akan lumpuh dan akibatnya ke berbagai aspek: anak sekolah akan selalu terlambat masuk kelas, para pekerja akan bolos kerja karena jalanan macet, pasien yang di bawa ambulance keburu meninggal karena tak ada kendaraan yang mau mengalah. Lalu bagaimana dengan nasib Surya?.

Ciputat 03:00 wib 
05 Pebruari 2013 
Fikry






   










2 komentar:

  1. Hebat sekali gubahan pak fikri ini... Berbuai awak di buatnya.. :-)

    BalasHapus
  2. Hebat sekali gubahan pak fikri ini... Berbuai awak di buatnya.. :-)

    BalasHapus